INTISARI
BUKU
JURNALIS
BERKISAH

NAMA
: M.SAMSUL HADI
KELAS
: XII IPA 3
Judul Buku : JURNALIS
BERKISAH
Penulis :YUS ARIYANTO
Penerbit :PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri
Tebal buku : 227
halaman
BAB 1
NAJWA SHIHAB “ PEMANDU CERITA
DILAYAR KACA’’
Najwa shihab
adalah pembawa acara salah satu stasiun
tv lokal yang saat ini memandu acara “ mata najwa” .saat kuliah ,najwa memilih
jurusan litigasi .ia berharap bisa menjadi hakim di pengadilan anak.pada tahun
1999 terpampang iklan dikoran mengenaikesempatan magang selama tiga bulan di
RCTI.saat itu, najwa tinggal menulis skripsi di fakultas hukum universitas
indonesia ,ia tertarik dan kemudian mengirim lamaran dan diterima.selesai
magang di RCTI, najwa balik ke kampus untuk menyelesaikan skripsi dan disaat
itulah najwa direkrut sebagai reporter-presenter di metro tv dalam keadaan
hamil tiga bulan, sebulan pertama ,ia ditugaskan ke Kairo, Mesir,untuk membuat
peliputan rhamadan,saat itu ayah najwa shihab,Quraish Shihab tengah menjabat
sebagai duta besar Indonesia untuk Mesir.Pada saat minggu, 26 desember 2004
,aceh dan nias dilanda gempa dasyat :9,3 skala richter saat itu najwa adalah
asisten produser “today’s dialogue”.najwa bergerak cepat .mengontak beberapa
teman ,mencari tahu pesawat yang bisa ditumpangi karena perkembangan komersil
dihentiakan.akhirnya, ia mendengar jusuf kalla, wakil presiden saat itu ,hendak
berangkat ke aceh pada senin pagi,27 desember .ia pun menelpon sekretaris jusuf
kalla .akhirnya, timmetro tv bisa ikut rombongan.keanehan baru dirasakan najwa
saat mereka mendarat dibandara sultan iskandar muda,banda aceh.mereka diarahkan
ke lapangan terbang militer .saat mendarat jusuf kalla tidak dijemput dengan
mobil mewah melainkan dengan truk tua.dalam perjalanan kepusat kota ,ia
akhirnya melihat betapa hancurnya banda aceh.Dalam perjalanan hidupnya memang
tak asing dengan prestasi .pada tahun 2006, ia terpilih sebagai jurnalis
terbaik metro tv dan masuk nominasi pembaca berita terbaik panasonik award.
Pada tahun yang sama ,bersama sejumlah wartawan dari berbagai negara, najwa
terpilih mengikuti senior jurnalis
dalam salah satu acaranya dia mendapat anugrah KPI award 2010 untuk
episode separuh jiwaku pergi yang tayang Rabu, 30 Juni 2010episode ini
memaparkan kisah cinta mantan Presiden RI B.J Habibie dengan mendiang istrinya
dan setahun kemudian najwa memperoleh penghargaan young global leader (YGL)
2011.
BAB II
TELNI RUSMITANTRI “MENULIS
KIPRAH PARA PESOHOR’’
November 2004, telni memutuskan
meninggalkan TEMPO dan menuju tabloid cek dan ricek .di TEMPO, majalah dan
koran , ia lama menggawangi rubrik hiburan dan gaya hidup . seperti lazimnya,
TEMPO menghendaki rotasi para staf redaksinya secara periodik ,telni pun
terkena kebijakan tersebut. Telni memiliki passion kuat di jurnalisme hiburan
,terutama musik dan film . saat akan dirotasi ke desk politik ia berpikir
,ia pun mengontak ilham bintang , pemimpin redaksi tabloid Cek dan Ricek
,yang sekitar setahun sebelumnya menawari telni bergabung. Ternyata , tawaran
tersebut masih berlaku. Ditempat baru itu , telni diplot sebagai redaktur dan
koordinator peliputan. Tak sejak awal telni meggeluti jurnalisme hiburan, di
majalah ummat tempatnya bekerja sebelumnya banyak ditugaskan di politik
,khususnya di lingkungan militer. Tapi, jurnalisme hiburan, atau orang lebih
suka menyebutnya infotainment , begitu memikat telni. Lima tahun kemudian telni
membuktikan bahwa dirinya mampu menyuguhkan yang terbaik , tulisannya yang
berjudul “babak baru Bambang-Mayang “ yang di muat di tabloid Cek dan Ricek
edisi 22-28 desember 2010 terpilih mendapat Anugrah Adinegoro 2010, yang
diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)dalam rangkai peringatan hari
pers nasional 2011.
BAB III
METTA DHARMASAPUTRA “JALAN BERLIKU MEMBONGKAR SKANDAL “
Metta adalah eks jurnalis tempo,
saat ia terkantu-kantuk dibus kot ,jum’at siang, 24 november 2006. Metta hendak
ke kantor majalah TEMPO dijalan proklamasi ,jakarta pusat. Sebagai desk ekonomi
,ia mesti menghadiri rapat checking ,tiba-tiba, telepon genggamnya berdering.
Ternyata ada seseorang yang ingin memberikan informasi tentang skandal
penggelapan pajak, kisah berhulu dari tindakan vincen menilap duit Asian Agri
3,1 juta dolarAS, pada pertengahan 2006. Ia melibatkan Hendri Susilo, temannya
semasa SMP, dan Ferry. Aksi pembobolan dilakukan vincen dengan cara mengirimkan
surat fiktif ke bank Fortif (Singapura ) dengan perintah tranfer dana 3,1 juta
dolar AS dari rekeningAsian Agri Abadi Oils And Fats Ltd.(British Virgin
Island)Ke bank Panin Jakarta. Dalam surat itu vincen memalsukan tanda tangan
dua pemegang otoritas keuangan Asian Agri di Singapura. Sial buat vincen,
aksinya terungkap ia langsung minggat ke singapura dengan membawa data internal
perusahaan tersebut. Vincen memang kemudian menjalani proses hukum di Jakarta,
setelah dibujuk metta, ia bersedia pulang. Pada Agustus 2007, pengadilan negeri
jakarta barat, memvonis 11 tahun penjara terhadap vincent dan denda 150 juta
rupiah. Sekitar sebulan setelah vonis itu, metta terperenjat. Koran-koran
memberitakan bahwa dia mangkir dari panggilan polisi sebagai saksi kasus
pembobolan uang Asian Agri. Belum hilang keterkejutan metta, tiba-tiba sejumlah
wartawan, terutama yang bertugas di polda Metro Jaya, memegang fotokopi salinan
Sms dari telepon genggam miliknya. Metta akhirnya sempat diperiksa di polda
Metro Jaya, terkait kehebohan ini semua, majelis etik AJI jakarta memanggil
metta sebagai anggota AJI. Sejak kasus ini metta lama tak menjalin kontak
dengan Edwin, memang disengaja. Setelah beberapa lama metta akhirnya mempunyai
kesempatan bertemu. Ia pun minta maaf kepada Edwin. Sejak 1 februari 2012 metta
mengundurkan diri dari KOMPAS, bagaimanapun KOMPAS adalah almamater yang
menempa hingga menjadi sekarang. Tiga tahun setelah reportase ini, AJI
menganugerahkan penghargaan Udin Award kepada metta. Ia didaulat menerima
penghargaan atas reportasenya tentang dugaan penggelapan pajak yang Dilakukan
Asian Agri. Udin Award adalah penghargaan yang dibuat AJI untuk mengapresiasi
jurnalis yang berdedikasi tinggi dalam memperjuangkan proses pemberitaan meski
mendapat intimidasi.
BAB IV
MARIA HARTININGSIH “ SUARA
UNTUK YANG DIBISUKAN”
Maria lahir di semarang, pada
tahun 1954, maria berasal dan keluarga islam kejawen. Ayahnya , hartono
meninggalkan keluarga saat maria masih balita. Karena masalah keuangan ,sang
ibu, roepiyati mengirim maria untuk tinggal bersama seorang paman dibogor.Maria
hartiningsih punya kecenderungan klaustrofobia atau takut pada ruangan
tertutup, maria teringat pernyataan pakar UGM yang diakui Maria sebagai salah
seorang gurunya : Ashadi Siregar. Menurutnya buatnya jurnalis ,lebih baik sol
sepatu yang rusakketimbang pantat tepos. Inti pernyataan tersebut adalah
seorang jurnalis mesti bergaul langsung dengan realitas., terjun ke lapangan
dan cermati keadaan .tulis berita dari hasil observasi langsung , andai hanya
berdasarkan penuturan sumber, mustahil membuat berita secara akurat , benar,
dan lengkap. Pada tahun 2003, maria meraih Yap Thiam Hien Award , maria dinilai
sebagai jurnalis yang sangat konsisten dalam memperjuangkan hak asasi manusia.
Yap Thiam Hien adalah seorang advokat
dan aktivis hak asasi manusia . di tahun-tahun pertama orde baru ,ia
menjadi salh satu pendiri yayasan lembaga bantuan hukum indonesia (YLBHI).
Dewan juri yang di ketuai oleh soetandyo wignjosoebroto dengan anggota
azyumardi azra, harkristuti harkrisnowo, dan asmara nababan menyampaikan
pertimbangan pokok mengapa penghargaan tersebut diberikan kepada maria, menurut
dewan juri maria adalah wartawan yang mampu mendayagunakan peran dan pribadinya
dalam menyebarluaskan ide kemanusian dan HAM. Ia dianggap jurnalis yang ikut
mendorong ide jurnalisme damai yang belum banyak dipraktikkan para jurnalis
lain. Tak hanya menulis kekerasan terhadap perempuan, maria juga memiliki
kepedulian terhadap perilaku remaja , HIV/AIDS , perdagangan anak dan
perempuan, kekerasan pemilu hingga hal-hal terkait demokrasi, keindonesiaan ,
dan penguatan masyarakat sipil. Salah satu perjalanan maria paling berkesan
adalah kehadirannya dilingkungan ibu Teresa, rohaniawan yang mengayomi kaum
papa di India. Karena , disana dia mendapat pelajaran penting dengan merasakan
langsung perjuangan suster josma yang membantu kaum miskin yang menjelang ajal
dan tak punya lagi harapan. Duapuluh tahun kemudian , maria masih menggembara
ke lapangan dan bertemu sosok inspiratif lain.
BAB V
TOSCA SANTOSO “MEMBUKA
AKSES INFORMASI, MERAWAT KEBEBASAN “
Santoso lahir di cilacap, 3
november tahun 1964.Pada tahun 1999, santoso mendirikan KBR68H. Dimulai dengan
tujuh personel yang memproduksi berita selama 15 menit setiap hari,sekarang
KBR68H merupakan jaringan radio terbesar di Indonesia. Setiap hari, kantor
berita yang bermarkas itu memasok informasi ke 906 stasiun radio dengan sekitar
25 juta pendengar. Sepuluh tahun setelah itu , KBR68H di ganjar “ King Baudouin
International Development Prize” dari pemerintah Belgia. Karena, dinilai kantor
berita independen yang berhasil memberikan kontribusi terhadap
pembanguna berkelanjutan, yang didasarkan pada penguatan sendi-sendi
demokrasi, toleransi, dan partisipasi masyarakat, dengan menyediakan dan
menyajikan informasi berkualitas melalui jaringan radio. KBR68H menyisihkan 250
kandidat lain dari sepuluh negara diseluuh dunia. Penghargaan ini di berikan
sejak 1978. Lembaga ini menjadi yang pertama di asia tenggara dan institusi
pertama yang meraihnya. Setahun
sebelumnya santoso meraih pengahargaan Danamon Award 2008 dikategori usaha
skala besar, danamon award adalah salah satu kegiatan sosial bank danamon,
adalah aktivitas yang bertujuan mengidentifikasi dan memberikan penghargaaan
kepada para individu atau institusi yang berjuang demi peningkatan
kesejakteraan sesama anggota masyarakat. Untuk mendapat penghargaan ini, para
individu atau institusi harus telah melaksanakan program atau kegiatan yang
menghasilkan dampak langsung terhadap kelompok atau komunitas yang dituju.
Selain itu, program atau kegiatan tersebut harus dilaksanakan secara terus
menerus dan minimal telah dilakukan selam satu tahun.pada tanggal 9 november
tahun 2010, santoso juga menerima penghargaan Knight International Jurnalism
Award 2010 dari international center for jurnalists (ICFJ), sebuah organisasi
pembela kebebasan pers berbasis di Amerika Serikat. Penghargaan tersebut
diberikan karena , santoso telah melakukan pekerjaan luar biasa dalam melawan
korupsi dan memberdayakan warga negara.
BAB VI
MUHLIS SUHAERI “ SEBONGKAH TELADAN DARI KALIMANTAN “
Pada tahun 199o-an, muhlis suhaeri pernah
tinggal beberapa bulan di kalimantan barat. Ia bergaul dengan warga disana, tapi
ia tidak betah karena dibalik keterbukaan dan sifat kekeluargaan masyarakat
disana ada hal-hal buruk yang lekat diingatannya. Ditulis dalam blognya disana
masyarakat tersekat dalam berbagai isu etnis, agama, dan golongan. Alamnya
ekstrem dan panas. Sulit mendapatkan air bersih, karena tanah gambut, dan kadar
zat besinya tinggi. Jalan putus dimana-manadan listrik selalu mati. Belasan
tahun berlalu ia berkuliah dan bekerja di jakarta. Dalam salah satu acara malam
penganugerahan, karyanya yang berjudul “ pembalakan liar di kalimantan barat”
menjadi finalis dalam kategori cetak dan online liputan investigatif
penghargaan Anugerah Adiwarta Sampoerna merupakan sebuah ajang penghargaan dan
kompetisi bagi para jurnalis indonesia yang di sponsori oleh PT HM SAMPOERNA
Tbk. Muhlis pernah menjadi pengajar tamu di FKIP Universitas Tanjungpura untuk
mata kuliah jurnalistik. Di kelas muhlis selalu membenturkan para mahasiswa
dengan karya karya jurnalistik secara langsung. Muhlis punya hobi membaca sejak
kecil, termasuk cerita-cerita pertualangan karya Karl May. Ia juga membaca
kisah perjalanan kisah perjalanan marco polo yang mengelilingi dunia. Selepas
SMA muhlis meniggalkan jepara dan menuju jakarta untuk bisa keliling dunia.
Kemudian ia masuk di Institut ilmu sosial dan Ilmu politik (ISIIP).
BAB VII
MAULUDDIN ANWAR “ DIANTARA
KEKEJIAN PERANG DAN PERJUANGAN MANUSIA”
Karir anwar dimulai di jurnalis
televisi dimulai pada november 2000 dengan bergabung dengan Metro tv. Pada
tahun 2006 lebanon bukan lagi surga bagi para turis, karena pada saat itu
hizbullah menyerang kota shlomi di israel utara dengan rudal-rudalnya.dan pada
saat itu anwar ditugaskan untuk peliputan dengan rekannya andi di lebanon
melalui suriah. Berbeda dengan lebanon suriah sangat ketat. Disaat orang menjauhi lebanon, anwar pergi ke
lebanon untuk melakukan peliputan sepanjang perjalanan banyak mobil yang
berlawanan arah . sesampainya di lebanon yang menjadi masalah adalah makanan
karena menu lokal disana tidak cocok dengan selera anwar. Disana mereka pergi
ke kota dhahiya , beirut selatan. Disana banyak korban yang menjadi korban
pengeboman sesaat setelah setibanya
mereka disana, lokasi tersebut menjadi sasaran pengeboman. Namun mereka
berhasil selamat dari peristiwa tersebut. Waktu berjalan anwar mencari
kesempatan untuk mewawancarai hassan nasrallah, pemimpin hizbullah . awan
menghabiskan 25 hari di lebanon dari rencana 10 hari disana. Jaket anti peluru
yang dibawanya dari indonesia nyaris tak di pakai, beratnya mencapai 17 Kg.
Lebih dari sebulan agresi militer israel sekitar 1100 orang tewas. Sepertiganya
adalah anak-anak. Yang didapat dari pengalaman tersebut adalah perang
berkepanjangan mungkin membuat mereka terlalu letih untuk menagisi nasib
mereka.
BAB VIII
ERWIN ANADA “ RIUH
KONTROVERSI BERUJUNG PENJARA”
Jumat, 24 juni 2011. Erwin anada
keluar dari pintu besi LP cipinang jakarta timur. Piluhan jurnalis telah
menunggu pengacara Todung Mulya L. Hadir juga. Erwin ditahan sejak 8 oktober
2010 karena dijatuhi hukuman 2 tahun penjara setelah permohonan kasasi
kejaksaan dikabulkan MA, sejak saat itu juga ia mengupayakan kebebasannya
dengan mengajukan PK atas keputusan kasasi. Akhirnya, MA menerima PK Erwin ia
pun bebas, tapi playboy indonesia terlanjur kandas. kini, playboy diterbitkan
di 30 negara kebanyakan di eropa. Indonesia adalah negara pertama yang memiliki
playboy sejak edisi turki distop pertengahan 1990-an. Segenap kegaduhan ini berhulu pada 29 juni
2006 saat polisi menetapkan erwin sebagai tersangka terhadap pelanggaran
kesusilaan dan pornografi di playboy indonesia. 25 agustus 2010 FPI
memerintahkan anggotanya untuk mencari dan menangkap Erwin dan menuntuk untuk
menyerahkan diri. 2 hari kemudia AJI Indonesia meminta FPI untuk menghentikan
rencana memburu Erwin. AJI menilai, ancama itu teror terhadap pers. Penjara
membentuk episode spesial dalam hidup Erwin, misalnya, ia bertemu dengan orang
yang membencinya. Penjara menurut Erwin , adalah ruang tinju raksasa dimana
semua orang bertarung didalam penjara.
BAB IX
RAMDAN MALIK “ MEREKAM MANUSIA
DAN KEHIDUPAN “
Ramdan adalah jurnalis
dokumenter MNCTV, Ramdan dikenal dari sedikit jurnalis televisi indonesia yang
piawai membikin karya dokumenter. Ramdan meraih nominasi kategori film
dokumenter dalam FFI 2005. Pada tahun berikutnya, tim saksi hidup meraih
nominasi kategori film dokumenter dalam FFI 2006 untuk episode timor
timur/leste. Ramdan mengatakan tantangan yang dihadapi tim produksi tayangan
dokumenter adalah menyajikan gambar-gambar asli mereka biasanya mengejar gambar
ke Arsip nasional / kolektor film. Tak selalu mesti menempuh rimba untuk
berkarya ia hanya perlu pergi ke asrama haji Pondok Gede jakarta timur. Andai
boleh memilih ia ingin menjadi reporter seterusnya tapi situasi di
pertelevisisan indonesia belum memungkinkan. Kalau reporter mau naik gaji dia
harus menjadi produser.
BAB X
LINDA CHRISTANTY “
MENDAMPINGI ACEH DIMASA TRANSISI”
Aceh baru saja mengalami momen
bersejarah pada 26 desember 2004, aceh dilanda tsunami dasyat, ratusan ribu
orang melayang infrastruktur hancur. Momen kedua, pada agustus 2005, GAM dan
pemerintah RI berkomitmen untuk menyelesaikan konflik secara damai, menyeluruh,
berkelanjutan dan bermartabat. Kedua momen memicu kerja rekontruksi dan
rehabilitas. Bantuan internasional membanjiri Aceh. tim pemantauan perdamaian
mengelar tugas. Para petugas kemanusiaan berdatangan. Juga, jurnalis seperti
linda. Ia segera bekerja. Kantor Jakarta memasang target. Suatu hari, Andreas
menelpon Linda dan berkata untuk menargetkan 25.000 kata perbulan , rata-rata
dikoran 800-900 kata. Tapi target itu tidak langsung di penuhi. Linda mulai
mencari kontributor. Akhirnya ada 2-3 wartawan lokal yang mengirim tulisan.
Belakngan beberapa aktivis KONTRAS Aceh berniat menjadi kontributor.
Kontributor Aceh Feature pun meraih berbagai penghargaan jurnalistik pada 2008,
Novia Liza meraih penghargaan wartawan muda berbakat dari Adiwarta. Pada tahun,
1999 setelah Soeharto makzul, Linda meninggalkan politik dan serius menekuni
dunia penulisan kreatif dan jurnalisme.